Tagged: opini

Regenerasi Kehidupan dalam Setetes Nira 0

Regenerasi Kehidupan dalam Setetes Nira

Nira atau kami biasa menyebutnya sebagai badhek, merupakan air yang keluar dari bunga pohon kelapa atau manggar. Air ini nantinya menjadi bahan baku dalam proses produksi gula jawa. Siang yang cerah pada Selasa (24/8)...

0

Jangan Ada Angkara, Kita Semua Bersaudara

Dewasa ini, pesatnya kemunculan kelompok-kelompok atau aliran agama Islam di Indonesia. Ada NU yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari dan Muhammadiyah yang didirikan oleh KH.Ahmad Dahlan. Dua kelompok ini adalah kelompok agama dengan pengikut...

0

Persoalan Perempuan Pekerja Seks

  Budaya pelacuran (prostitusi) sudah ada lama sejak zaman dunia berawal. Budaya ini ditemukan di lembah sungai Tigris dan beberapa kerajaan zaman dahulu menyebut perempuan pekerja seks sebagai wanita sundal dan pelacur bakti. Metafora...

0

Mengeliminasi Sikap Putus Asa

  Dari Abdullah bin Mas’ud RA ia mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dosa besar yang besar ialah menyekutukan Allah, merasa aman dari makar Allah, putus asa dari rahmat Allah, dan putus harapan terhadap kelapangan...

0

Merajut Asa

Oleh: Ana Fiasari* Allah tak berjanji bahwa hidup ini akan mudah. Namun, Allah berjanji bahwa siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. ~~~ Namaku Ana Fiasari. Biasa dipanggil Anafi. Aku anak kedua dari dua bersaudara. Ibuku...

0

Geger-Gegeran Karikatur Nabi

  Oleh: Ainun Jamilah* Sebuah postingan status di media sosial dari KH. Husein Muhammad, yang notabene beliau adalah salah seorang muballigh yang disegani oleh umat Islam di Indonesia yang berjudul “Kepribadian Nabi (2)”. Saya...

0

Menyikapi Diri Ketika Tidak Memiliki

Oleh: Sivulans* Sebenarnya logika dasarnya mudah, kita hanya cukup merenung lalu bersyukur, pokoknya jangan pernah berharap jalan yang panjang, tapi berharaplah jalan yang tenang karena damai dalam kesederhanaan adalah keinginan semua orang. Bersyukur adalah...

0

KBB dalam Perspektif Buddhis

  Oleh: Manggala Wiriya Tantra, S.Pd.B., M.Pd.* Sejak kecil hingga remaja, saya tinggal bersama kakek dan nenek yang diajarkan tradisi Buddha. Tetapi, karena lingkungan tetangga kanan-kiri mayoritas beragama Islam dan sangat dekat dengan mushola,...

0

Menilik “Tilik” ala Peacemaker

  Oleh: William Christopher Hariandja* Dari film Tilik ini, kita sebetulnya diajak untuk menjadi agen-agen perdamaian. Terhadap masyarakat dengan karakter “Bu Tejo”, kita dapat menjadi agen perdamaian bagi mereka, yakni dengan mengajak masyarakat untuk...